Recent Coment

Berlangganan

Diberdayakan oleh Blogger.

Affiliates

RSS

Di DATANGI MACAN ( KAROMAH KIAI KHOLIL BANGKALAN, MADURA )


Di antara karomahnya adalah terjadi pada bulan syawwal. Pada suatu hari kiai kholil memanggil para santrinya. ‘’ anak-anakku sejak hari ini kalian kalian harus memperketat penjagaan pondok, pintu gerbang harus senantiasa di jaga, sebentar lagi akan ada macan masuk ke pondok kita.’’ Kata kiai kholil agak serius. Mendengar tutur guru yang sangat di hormati itu, segera para santri bergegas mempersiapkan diri.
Waktu itu, sebelah timur bangkalan memang terdapat hutan yang cukup lebat dan angker. Hari demi hari penjagaan semakin di perketat, tetapi macan yang ditunggu-tunggu belum tampak juga. Baru setelah memasuki minggu ke 3, datanglah ke pesantren seorang pemuda kurus. Tidak seberapa tingginya, berkulit kuning langsat, sambil menenteng koper seng. Sesampainya di depan pintu kiai kholil , pemuda tadi memberi salam dengan suara agak pelan dan sopan, ‘’ assalamualaikum.’’
Mendengar salam itu bukan jawaban salam yang di terima tetapi kiai kholil malah berteriak memanggil santrinya. ‘’hei… santri semua, ada macan, ayo kita kepung,’’ seru kiai kholil bak seorang komandan di medan perang. Mendengar teriakan kiai kontan saja semua santri berhamburan. Mereka datang sambil membawa apa saja yang ada seperti pedang, celurit, tongkat dan pacul. Melihat situasi yang tidak menguntungkan pemuda yang mulai nampak pucat itu mundur perlahan.
Tidak ada pilihan lagi kecuali lari seribu langkah mencari keselamatan. Setelah lama bersembunyi, karena tekad ingin nyantri ke kiai kholil begitu menggelora maka di cobanya sekali lagi. Begitu memasuki gerbang pesantren, lagi-lagi di usir ramai-ramai. Demikian juga keesokan harinya. Baru pada malam ke 3 , pemuda yang pantang menyerah ini memasuki pesantren secara diam-diam.  Karena lelahnya sang pemuda, mungkin di sertai rasa takut yang mencekam, akhirnya tertidur di bawah kentongan surau.

Pada tengah malam, secara tidak di duga kiai kholil datang dan membangunkannya. Pemuda tadi di bawa ke rumah kiai. Pemuda itu baru merasa lega setelah resmi di terima menjadi santri meskipun lewat basa-basi dengan seribu alasan. Kelak kemudian hari, santri yang di isyaratkan macan itu di kenal dengan kiai abdul wahab hasbullah. Seorang kiai yang sangat alim dan piawai dalam berdebat. Profilnya berwibawa dan kehadirannya selalu di segani kawan maupun lawan. Sungguh bagaikan seekor macan seperti yang di isyaratkan oleh kiai kholil.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Legenda Jaka Tole

Alkisah, di pulau Madura ada sebuah desa, namanya Pakandangan. Desa ini termasuk wilayah Kabupaten Sumenep. Seorang pandai besi sangat terkenal bernama Empu Kelleng, Empu Kelleng mempunyai seorang anak angkat bernama Joko tole. Ayah kandung Joko Tole adalah seorang raja yang bernama Adipeday. Ia sedang bertapa di gunung Ghegher. Ibunya bernama Raden Ayu Pottre Koneng, bertapa di gunung Pajhuddhan, wilayah Pamekasan.
Saat itu Kerajaan Majapahit bertahta seorang raja bernama Sri Baginda Brawijaya. Ia memerintahkan membuat pintu gerbang besi yang besar dan megah. Empu Kelleng dipanggil untuk ikut melaksanakan pembuatannya. Ia pun berangkat ke Majapahit.Pintu gerbang Majapahit sudah dikerjakan selama setahun tetapi belum selesai.
Para pandai besi merasa terlalu lama meninggalkan rumahnya untuk mengerjakan gerbang itu. Empu Kelleng pun jatuh sakit. Joko Tole, ayahmu sedang sakit, berangkatlah segera ke Majapahit menengok ayahmu, kata Ibu Joko Tole. Joko Tole pun segera menyusul ayahnya di Majapahit. Pekerjaan di bengkel besi diserahkan kepada teman-temannya.
Setelah berjalan melewati beberapa desa, Joko Tole memasuki sebuah hutan yang lebat. Di situ ia bertemu seseorang Selamat datang Joko Tole, seru seorang yang mengenakan ikat kepala dan jubah hitam. Jangan terkejut, aku Adipeday, ayahmu, tambahnya. Joko Tole segera mencium tangan ayahnya.
Ayah Joko Tole menyampaikan bahawa membangun pintu gerbang besi Majapahit tidak mudah dan lama. Ia memberi bunga hutan yang harus dimakan. Kelak akan keluar pateri dari dalam pusar, setelah tubuh Joko Tole dibakar. Bunga hutan itu diterima Joko Tole dan dimakannya. Kemudian Joko Tole meneruskan perjalanannya dan ditemani adiknya bernama Agus Wedi.
Kedua bersaudara ini berjalan beriringan. Mereka asyik berbicara tetapi selalu waspada jika ada ancaman bahaya. Perjalanan mereka menuju pantai untuk menyeberangi selat Madura. Ketika tiba, betapa senangnya mereka melihat perahu. Sang nakhoda memerintahkan awak perahu untuk menyiapkan segalanya, namun ia tidak suka Joko Tole naik ke perahunya. Karena itu ia berbohong dengan mengatakan perahu sudah penuh.
Ternyata perahu itu tidak bisa berlayar, karena kesaktian Joko Tole. Setelah akhirnya Joko Tole dan Agus Wedi diperkenankan naik perahu, barulah perahu itu dapat berlayar.Daratan pulau Jawa telah nampak. Perahu segera merapat ke dermaga.
Tibalah mereka di kota Gresik. Di alun-alun, keduanya didekati oleh seorang lelaki, ia seorang Perdana Menteri yang diperintahkan untuk mencari kedua pemuda itu. Kalian tentu pemuda yang dalam impian raja Gresik. Kata sang perdana Menteri itu. Raja Gresik sangat gembira melihat kedatangan kedua anak muda itu. Keduanya dianggap anak sendiri.
Setelah beberapa hari mereka tinggal di istana Gresik, Joko Tole mohon diri untuk menengok ayahnya yang sedang sakit. Sedang Agus Wedi tetap tinggal di istana, dan kelak akan dinikahkan dengan puteri kerajaan dan bertahta menjadi raja di Gresik.Setelah Joko Tole sampai di Majapahit. Ia bertemu dengan Empu Kelleng. Mereka saling melepaskan rindu.
Sementara itu, Sang raja Brawijaya kecewa karena pintu gerbang belum beres. Saya minta laporan kenapa pekerjaan kalian belum siap? kata sang Raja. Semua pandai besi terdiam. Kalian harus bekerja keras agar besok pagi bisa selesai, katanya lagi. Ketika melihat ada anak muda sang raja bertanya, Hai, siapa kamu anak muda? Hamba Joko Tole, anak Empu Kelleng. Kata Joko Tole sambil menyembah. Ia menerangkan, hendak membantu ayahnya. Ia pun menyanggupi menyelesaikan pintu gerbang dalam satu malam termasuk dihukum berat, bila tidak menepati janji.
Empu Kelleng merasa disambar petir mendengar kesanggupan Joko Tole. Bila tidak berhasil, pasti Joko Tole akan menerima hukuman berat. Sebaliknya para pandai besi sangat girang. Sesudah tengah hari, Joko Tole ke tempat pembangunan pintu gerbang. Bapak-bapak sekalian, aku mempunyai pateri yang sangat hebat. Bakarlah badanku, dari dalam pusarku akan keluar pateri. Jika sudah keluar paterinya rendamkan badanku ke dalam kolam, kata Joko Tole meyakinkan.
Badan Joko Tole dibakar dengan kayu, keluarlah benda cair putih dari pusarnya. Bagian-bagian pintu gerbang segera dilekatkan. Akhirnya pintu gerbang yang indah dan megah selesai dalam satu malam.Raja Brawijaya sangat gembira menyaksikan pintu gerbang itu. Para pandai besi mendapat hadiah. Sedangkan Joko Tole menerima hadiah paling besar berupa perhiasan emas dan perak. Empu Kelleng segera pulang ke Madura. Tolong bawalah semua hadiah dari Raja untuk ibu di rumah, kata Joko Tole. Saya akan tetap tinggal di Majapahit. Raja Brawijaya sangat berterima kasih kepada Joko Tole. Ia diangkat menjadi menteri Muda. Namanya diganti menjadi Menteri Kodapanole.
Pada suatu hari, salah seorang Bupati dari Blambangan memberontak Raja Brawijaya. Kau kuperintahkan meredam perlawanan Bupati Blambangan. Tenyata Bupati Blambangan telah melarikan diri ke hutan. Ia akhirnya berhasil menangkap Bupati itu. Raja Brawijaya semakin menaruh kepercayaan kepada Menteri Kodapanole. Ia dinikahkan dengan putri raja. Perayaan pernikahan berlangsung meriah.
Tidak lama kemudian, menteri Kodapanole memohon pulang ke Madura. Ia memerintah sebagai Bupati Sumenep. Ia sangat dicintai rakyatnya. Ayah angkatnya, Empu Kelleng diajak untuk tinggal di Kabupaten. Aku ingin membangun desa, kata Empu kelleng menolak ajakan secara halus dari Bupati Sumenep itu. Empu Kelleng dan istrinya tetap tinggal di desa.
Pada suatu hari menteri Kodapanole sakit keras. Akhirnya ia meninggal dunia. Rakyatnya berkabung. Jenasah menteri Kodapanole dimakamkan di desa Saasa Kecamatan manding. Sebuah desa yang tidak jauh dari kota Sumenep.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ASTA TINGGI


Keberadaan dari situs makam Islam Asta Tinggi, sudah tidak asing lagi.Ya, peninggalan sejarah yang menjadi sepenggal bukti dan cikal bakal para penguasa, yang terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, tersebut sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan, baik itu untuk sekedar wisata religi atau belajar sejarah kekeuasaan para raja-raja Pulau Madura.
Asta Tinggi yang terletak dari arah barat daya kawasan kota Sumenep, sesuai dengan namanya yakni Asta yang berarti Makam dan Tinggi yang berarti terletak di tempat tertinggi. Dalam arti bebas bermakna, sebuah komplek makam yang terletak di puncak bukit paling tinggi.Yang lebih menarik, keseluruhan orang yang dimakamkan di Asta Tinggi, merupakan para raja, baik itu yang memerintah Pulau Madura atau Sumenep. Tidak hanya terbatas pada kalangan raja, keluarga raja dan para prajurit yang punya ikatan darah dengan raja, juga dimakamkan di komplek tersebut.
keberadaan situs yang berdiri sekitar abad ke-16 Masehi tersebut, secara geografis terletak di areal perbukitan, terjal, dan penuh dengan bebatuan. Namun, masih ada beberapa keajaiban yakni adanya banyak pepohonan yang tumbuh rindang dan memberikan rasa sejuk, khususnya bagi para peziarah.
Bila dipandang dari jarak jauh, kemegahan dari Asta Tinggi mirip sekali dengan keraton. Dari sisi arsitektur dan hiasan yang ada, menjadi perlambang akan kejayaan kerajaan Sumenep tempo dulu.Beberapa bagian bangunan yang masih ada, seperti pintu masuk yang ada di bagian tengah, memilik arsitektur kuat dan hampir sama dengan komplek makam yang ada di Pulau Jawa. Baik itu dari bentuk cungkup, punden dan ukiran yang ada di sekitar pintu masuk.
Belum termasuk komplek utama yang berisi makam para raja Sumenep, dari kejauhan nampak seperti masjid mewah dengan kubah yang dicat warna hijau. Arsitektur bangunan, sangat kental dengan nuansa Islam, termasuk juga mayoritas batu nisan yang dipakai.
Asta Tinggi bukan hanya simbol kejayaan dari penguasa Sumenep terdahulu, tetapi juga sebuah komplek yang punya cita rasa seni arsitektur yang tak ternilai.Secara garis besar, komplek Makam Asta Tinggi sendiri dibagi atas dua bagian, yakni sisi barat dan timur, yang di dalamnya mempunyai beberapa perbadaan corak dan karekter yang cukup menonjol.
Untuk komplek makam sisi barat, lebih memiliki pola bangunan khas Jawa Mataram dan memiliki sebanyak tiga kubah. Di masing-masing kubah tersebut, terdapat beberapa raja yang dimakamkan, seperti Raden Ayu Mas Ireng, Pengeran Jimat dan Bendara Saud.
Sementara untuk komplek makam sisi timur, lebih memiliki pola bangunan perpaduan antara Arab, Cina, Eropa dan Jawa. Selain itu, juga lebih terbuka dan tidak ada cungkup, hanya ada beberapa makam yang lebih ditinggikan, untuk menandai kalau yang dimakamkan adalah raja. Adapun yang dimakamkan di sisi timur, antara lain Panembahan Sumolo dan Sultan Abdurrahman.

Keberadaan komplek Makam Asta Tinggi sendiri, tidak hanya menjadi sebuah pelajaran dan bagian sejarah yang sangat berharga. Di sisi lain, juga menjadi lahan untuk mencari nafkah bagi warga sekitar. Banyak warga yang mendirikan warung, serta berjualan keliling untuk melayani pengunjung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENCURI TIMUN IDAK BISA DUDUK ( KAROMAH KIAI KHOLIL BANGKALAN, MADURA )


Pada suatu hari petani timun di daerah Bangkalan sering mengeluh. Setiap timun yang siap di panen selalu keduluan dicuri maling. Begitu peristiwa itu terus-menerus terjadi. Kejadian yang memilukan ini membuat petani timun tidak sabar lagi. Setelah bermusyawarah sesama petani , mak diputuskan untuk sowan ke Kiai Kholil. Sesampainya dirumah kiai, sebagaimana biasanya Kiai sedang mengajar kitab nahwu . kitab tersebut bernama jurmiyah, suatu kitab tata bahasa arab tingkat pemula.
‘’ Assalamualaikum Kiai,’’ ucapan para petani serentak. ‘’waalaikum salam,’’ jawab Kiai Kholil. Melihat banyaknya petani yang datang, Kiai bertanya, ‘’ sampeyan ada keperluan ya..?’’. ‘’benar Kiai , akhir –akhir ini ladang timun kami selalu dicuri maling, kami mohon pada kiai untuk penangkalnya,’’ kata petani dengan nada memohon penuh harap. Saat itu kitab yang dikaji oleh Kiai sampai pada kalimat Qoma Zaidun yang artinya Zaid telah berdiri.
Beberapa saat tampak hening. Tiba – tiba kiai kholil berbicara, sambil menunjuk pada kalimat Qoma Zaidun. ‘’ya karena pengajian ini sampai pada Qoma Zaidun, ya… qoma zaidun ini saja dipakai sebagai penangkalnya.’’ Seru kiai Kholil dengan tegas dan mantap. ‘’ sudah Kiai? ’’ ujar para petani sedikit tampak ragu. ‘’ ya sudah,’’ jawab kiai kholil menandaskan. Merasa puas dapat penangkal dari kiai Kholil para petani pun pulang ke rumah masing – masing.
Keesokan harinya, seperti biasa para petani pergi ke sawah. Namun betapa terkejutnya sesampainya petani di ladang masing – masing, dihadapanya sejumlah maling tegak berdiri mematung. Mereka terus – menerus berdiri dan tidak dapat duduk. Tak ayal lagi, semua maling timun yang meraja lela selama ini dapat diketahui dan di tangkap. Lama kelamaan, berita tertangkapnya maling yang tidak bisa duduk tersebar luas. Meskipun pencuri telah tertangkap namun masih tetap berdiri.
Beberapa orang berupaya untuk mendudukkan namun sis – sia. Maling timun tetap berdiri dengan muka pucat pasi, sementara orang yang menonton semakin banyak. Merasa kualahan mengatasi, akhirnya para petani memutuskan untuk sowan ke kiai Kholil lagi. Sama seperti ketika datang pertama kali, setelah berbincang-bincang sejenak kiai Kholil memberi segelas air penangkal. Setelah para petani mendapat air penangkal segera pamit lalu pulang.

Air penangkal lalu di percikan kepada maling yang tidak bisa duduk. Sungguh luar biasa, hanya sekali percik semua pencuri jatuh terduduk lunglai di tanah. Dengan suara iba semua pencuri minta ampun dan mengakui kesalahannya. Mereka berjanji tidak akan mencuri lagi. Maka sejak kejadian itu, tidak pernah terjadi pencurian timun lagi. Para petani bersyukur karena ladangnya menjadi aman. Sebagai rasa terima kasih kepada kiai Kholil para petani sepakat menyerahkan hasil panen timun ke pesantren. Berdokar-dokar timun mendatangi pesantren. Sejak itu, para santri kebanjiran timun, seluruh pojok pesantren di penuhi timun.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Legenda Asal Usul Nama Madura

Tersebutlah seorang raja bernama Prabu Giling wesi yang memerintah kerajaan Medangkamulan di pegunungan Tengger, yang sedang resah karena Raden Ayu Tunjung Sekar, putrinya yang cantik jelita, tidak mau bersuami, walaupun banyak pangeran yang telah melamarnya.
Pada suatu malam sang putri bermimpi melihat bulan yang mendekat dan masuk ke dalam tubuhnya. Beberapa lama setelah mimpi itu sang Putri hamil. Prabu Gilingwesi merasa terpukul dan malu mendapati putrinya hamil tanpa suami, lalu dia memerintahkan Patih Pranggulang membawa putri ke hutan untuk dibunuh di sana.
Tapi ketika sang patih beberapa kali mengayunkan pedang ke tubuh putri selalu gagal, Patih menyimpulkan bahwa sang Putri tidak bersalah. Kemudian Patih menyuruh Putri naik rakit untuk menyebrangi laut, sedangkan Patih berjanji tidak akan kembali ke kraton dan akan bertapa di hutan dengan mengganti nama menjadi Ki Poleng.
Rakit membawa Tunjung Sekar ke arah utara dan bergerak dipermainkan ombak. Pada suatu bulan purnama dia melahirkan seorang bayi laki-laki, karena dilahirkan di tengah laut maka diberi nama Raden Sagara. Menurut bahasa Madura, Sagara berarti laut. Ketika sampai di darat keajaiban terjadi Raden Sagara meloncat dan berlari-lari seperti anak berumur 2 tahun.

Mereka menemukan sarang lebah di sebuah tanah lapang dan mereka menikmati madunya. Karena mereka menemukan madu di tanah lapang yang luas, tempat itu diberi nama Madura yang beasal dari kata maddu e ra-ra, artinya, madu di tanah dataran. Setelah dewasa, Raden Sagara naik takhta sebagai raja yang memerintah Pulau Madura.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukan penyesalan

Seorang teman, bahkan aku udah menganggap dia sahabat….
Suatu saat aku hendak mengikuti diklat teater di sekolah ku,, aku senang banget pas aku bisa mengikuti ekstra yang aku emang suka.. aku bercerita pada teman ku tentang hal ini.. dia bilang ‘’ ngapain kamu ikut teater? Kamu kan pemalu?’’ sambil tertawa ..aku tidak tersinggung dengan perkataannya karena kami udah biasa bergurau seperti itu.Ia melanjutkan perbincangan tentang seseorang yang ia suka hingga bel berbunyi.
          Keesokan harinya, aku pun mengikuti diklat yang aku bilang tadi. aku mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak ku duga. Misalnya saat disuruh berjalan sendirian menelusuri beberapa tempat yang terbilang serem di malam hari sekitar jam 12 malam lah, aku tidak merasakan takut sama sekali. Aku bingung dengan rasa takutku yang tiba-tiba hilang waktu itu, padahal aku adalah salah satu orang yang sangat penakut.
          Pagi harinya, aku mengikuti serangkaian acara / aktivitas yang menguji mental,, aku teringat kata – temanku yang bilang kalau aku itu kurang mental untuk mengikuti ekstra teater. Aku kira perkataan itu benar, karena saat itu aku begitu malu saat di suruh melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian orang banyak dan hal itu belum pernah aku lakukan di depan umum.
          Hari udah siang, saatnya untuk kami melakukan upacara peutup dan pulang ke rumah. Aku beristirahat di rumah selama kurang lebih 4 jam. Alangkah terkejutnya saat aku buka mata dan melihat Hp ku mengeluarkan bunyi pertanda sms yang mengabarkan bahwa teman ku yang kemarin masih memberikan saran dan bergurau dengan ku, bahwa ia telah tiada. Ia meninggal karena kecelakaan.
          Aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan saat itu, disamping aku senang karena udah berhasil mengikuti ekstra yang aku suka tapi aku sedih gara-gara aku mengikuti diklat itu aku tidak bisa tau kabarnya sebelum dia pergi… aku tak kuasa menahan tangis. Aku sempat menyalahkan kenapa aku harus ikut diklat itu dan aku tidak mendengarkan nya untuk tidak ikut,,, tapi akhirnya aku bisa sadar bahwa semua itu adalah jalan yang sudah di tentukan…
          Memang dia adalah teman yang sering memberikan masukan tentang hal-hal yang baik. Tapi apalah daya… meskipun aku tak bisa melupakan kejadian buruk itu setidaknya aku bisa mengenang semua kebaikan yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kegagalan adalah pelajaran


Beberapa tahun yang lalu, saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 2… aku mendapatkan prestasi yang cukup baik , hingga pada saat itu aku mengikuti Olimpiade Sains Se - Jawa Timur yang berlokasi di asrama haji, sukolilo, surabaya. Tak hanya aku, beberapa temanku juga ikut dalam Olimpiade itu namun berbeda bidang pelajaran, ada ips, matematika juga keagamaan. Mungkin itu adalah salah satu tiket untuk aku bisa meraih apa yang aku inginkan juga bisa membanggakan orang tua.
Namun sayangnya, tak satu pun dari kami yang bisa menjadi juara. Begitu pula denganku , aku harus menujjukkan muka yang lesu dan bersalah di hadapan guru-guru yang telah menunggu kami sedari adi diluar ruangan. Aku kira mereka sangat kecewa karena tak satupun dari kami yang membawa kabar gembira untuk mereka. Mereka mencoba menghibur kami dengan mengatakan ‘’ untung ya kalian gak menang, kalo menang pulangnya lama,,hehehe’’.  Kami pun tertawa mendengar ucapan itu.
Emang bener sihpulangnyagak lama, tapi aku dan semua teman-temanku merasa bersalah karena mengecewakan sekolah.mungkin karena kami terlalu mengentengkan sesuatu sehingga kami tidak fokus atas apa yang sedang kami lakukan. Dengan adanya kegagalan ini kita bisa menjadikan sebuah pelajaran untuk kedepannya, karena  setiap sesuatu yang kita hadapi pasti ada cobaan.
Akhirnya kami berlapang dada atas kekalahan yang kita alami. sebelum pulang kami menikmati suasana yang ada di sana…… kami berfoto- foto di beberapa tempat yang unik dan melakukan aktivitas seperti solat dan makan bersama.Tak lupa Kami membeli beberapa pernak- pernik, cemilan dan sebagainya untuk menghibur kegagalan yang terjadi. Kami cukup puas dan terhibur dengan fasilitas dan beberapa tempat yang ada di sana.
Hari mulai sore, kami pulang dengan tangan kosong. Tapi  tidakuntukku, meski tak membawa 1 trophy kemenangan setidaknya aku membawa sejuta pengalaman yang bisa aku jadikan acuan untuk menjadi lebih baik. Kegagalan? Huh itu Cuma sebuah kemenangan yang tertunda dan kegagalan itu bisa kita jadikan pelajaran supaya tidak terulang kembali.


#jadilah orang yang selalu bisa menerima apa yang terjadi dan berusaha untuk menjadi lebih baik………..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS