Seorang teman, bahkan aku udah menganggap dia sahabat….
Suatu saat
aku hendak mengikuti diklat teater di sekolah ku,, aku senang banget pas aku
bisa mengikuti ekstra yang aku emang suka.. aku bercerita pada teman ku tentang
hal ini.. dia bilang ‘’ ngapain kamu ikut teater? Kamu kan pemalu?’’ sambil
tertawa ..aku tidak tersinggung dengan perkataannya karena kami udah biasa
bergurau seperti itu.Ia melanjutkan perbincangan tentang seseorang yang ia suka
hingga bel berbunyi.
Keesokan harinya, aku pun mengikuti
diklat yang aku bilang tadi. aku mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak
ku duga. Misalnya saat disuruh berjalan sendirian menelusuri beberapa tempat
yang terbilang serem di malam hari sekitar jam 12 malam lah, aku tidak
merasakan takut sama sekali. Aku bingung dengan rasa takutku yang tiba-tiba
hilang waktu itu, padahal aku adalah salah satu orang yang sangat penakut.
Pagi harinya, aku mengikuti
serangkaian acara / aktivitas yang menguji mental,, aku teringat kata – temanku
yang bilang kalau aku itu kurang mental untuk mengikuti ekstra teater. Aku kira
perkataan itu benar, karena saat itu aku begitu malu saat di suruh melakukan
hal-hal yang bisa menarik perhatian orang banyak dan hal itu belum pernah aku
lakukan di depan umum.
Hari udah siang, saatnya untuk kami
melakukan upacara peutup dan pulang ke rumah. Aku beristirahat di rumah selama
kurang lebih 4 jam. Alangkah terkejutnya saat aku buka mata dan melihat Hp ku
mengeluarkan bunyi pertanda sms yang mengabarkan bahwa teman ku yang kemarin
masih memberikan saran dan bergurau dengan ku, bahwa ia telah tiada. Ia
meninggal karena kecelakaan.
Aku tidak tau apa yang bisa aku
lakukan saat itu, disamping aku senang karena udah berhasil mengikuti ekstra
yang aku suka tapi aku sedih gara-gara aku mengikuti diklat itu aku tidak bisa
tau kabarnya sebelum dia pergi… aku tak kuasa menahan tangis. Aku sempat
menyalahkan kenapa aku harus ikut diklat itu dan aku tidak mendengarkan nya
untuk tidak ikut,,, tapi akhirnya aku bisa sadar bahwa semua itu adalah jalan
yang sudah di tentukan…
Memang
dia adalah teman yang sering memberikan masukan tentang hal-hal yang baik. Tapi
apalah daya… meskipun aku tak bisa melupakan kejadian buruk itu setidaknya aku
bisa mengenang semua kebaikan yang sudah pernah terjadi sebelumnya.






0 komentar:
Posting Komentar