Recent Coment

Berlangganan

Diberdayakan oleh Blogger.

Affiliates

RSS

Bukan penyesalan

Seorang teman, bahkan aku udah menganggap dia sahabat….
Suatu saat aku hendak mengikuti diklat teater di sekolah ku,, aku senang banget pas aku bisa mengikuti ekstra yang aku emang suka.. aku bercerita pada teman ku tentang hal ini.. dia bilang ‘’ ngapain kamu ikut teater? Kamu kan pemalu?’’ sambil tertawa ..aku tidak tersinggung dengan perkataannya karena kami udah biasa bergurau seperti itu.Ia melanjutkan perbincangan tentang seseorang yang ia suka hingga bel berbunyi.
          Keesokan harinya, aku pun mengikuti diklat yang aku bilang tadi. aku mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak ku duga. Misalnya saat disuruh berjalan sendirian menelusuri beberapa tempat yang terbilang serem di malam hari sekitar jam 12 malam lah, aku tidak merasakan takut sama sekali. Aku bingung dengan rasa takutku yang tiba-tiba hilang waktu itu, padahal aku adalah salah satu orang yang sangat penakut.
          Pagi harinya, aku mengikuti serangkaian acara / aktivitas yang menguji mental,, aku teringat kata – temanku yang bilang kalau aku itu kurang mental untuk mengikuti ekstra teater. Aku kira perkataan itu benar, karena saat itu aku begitu malu saat di suruh melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian orang banyak dan hal itu belum pernah aku lakukan di depan umum.
          Hari udah siang, saatnya untuk kami melakukan upacara peutup dan pulang ke rumah. Aku beristirahat di rumah selama kurang lebih 4 jam. Alangkah terkejutnya saat aku buka mata dan melihat Hp ku mengeluarkan bunyi pertanda sms yang mengabarkan bahwa teman ku yang kemarin masih memberikan saran dan bergurau dengan ku, bahwa ia telah tiada. Ia meninggal karena kecelakaan.
          Aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan saat itu, disamping aku senang karena udah berhasil mengikuti ekstra yang aku suka tapi aku sedih gara-gara aku mengikuti diklat itu aku tidak bisa tau kabarnya sebelum dia pergi… aku tak kuasa menahan tangis. Aku sempat menyalahkan kenapa aku harus ikut diklat itu dan aku tidak mendengarkan nya untuk tidak ikut,,, tapi akhirnya aku bisa sadar bahwa semua itu adalah jalan yang sudah di tentukan…
          Memang dia adalah teman yang sering memberikan masukan tentang hal-hal yang baik. Tapi apalah daya… meskipun aku tak bisa melupakan kejadian buruk itu setidaknya aku bisa mengenang semua kebaikan yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar